Pada Senin (4/11) lalu, pihak FKS selaku pengembang kota mandiri Tallasa City telah melangsungkan kesepakatan kerjasama dengan Singapore Intercultural School (SIS) yang merupakan sekolah bertaraf internasional. Prosesi penandatanganannya sendiri diwakili oleh pendiri SIS, yaitu Mr Jaspal Sidhu, CEO FKS Group Bapak Chandy Kusuma, CEO FKS Land Bapak Farry Ongkowidjaja, serta Vice President Business Development FKS Land Bapak Lukas Budi Setiawan. Selama ini SIS memang dikenal lebih banyak membuka cabangnya di kota Jakarta. Beberapa diantaranya adalah SIS Bona Vista (Jakarta Selatan), SIS Pantai Indah Kapuk (Jakarta Utara), SIS Kelapa Gading (Jakarta Utara), dan SIS Kebon Jeruk (Jakarta Barat). Selain di Jakarta, SIS juga telah merambah ke beberapa kota besar di luar pulau Jawa, seperti Cilegon, Palembang, Semarang, dan Medan dengan total mencapai 8 sekolah. Oleh karenanya, SIS Makassar akan menjadi SIS Group kesembilan di Indonesia sekaligus yang pertama berdiri di Makassar. SIS yang sebelumnya memiliki singkatan Singapore International School ini didirikan pada tahun 1995 oleh Jaspal Sidhu. Sistem pendidikan yang dipergunakan mengacu pada kurikulum di Singapura, yaitu Cambridge, International General School Certificate of Education (IGSCE), dan program International Baccalaureate (IB). Kurikulum di Singapura memang telah diakui sebagai salah satu sistem pengajaran terbaik di dunia. Hal ini terbukti dengan posisi Singapura yang menempati sistem pendidikan terbaik nomor satu di dunia pada tahun 2016 lalu berdasarkan ranking internasional dari TIMSS/PISA/PIRLS. Tak hanya di Indonesia saja, SIS juga tersebar di beberapa negara seperti India (Karjat), Myanmar (Yangon), dan Korea Selatan (Gwangju). Sekolah ini menawarkan empat tingkat pendidikan di dalamnya, dimulai dari Preschool (TK), Primary (SD), Secondary (SMP), dan Junior College (SMA). SIS sendiri memiliki fokus untuk mempersiapkan para generasi agar mampu terjun ke dunia global. Hal ini senada dengan visi SIS, yaitu “Inspiring Learners Toward Greater Heghts”. Tak seperti sekolah biasa pada umumnya, SIS menggunakan metode mengajar yang cukup berbeda jika dibandingkan model pengajaran konvensional. SIS sendiri diketahui  memang memiliki misi untuk mencetuskan rasa penasaran dan pertanyaan seraya meningkatkan sejumlah nilai dan keterampilan di abad ke-21 dengan mengutamakan para murid dan wujud pembelajaran untuk dunia yang lebih baik. Melalui SIS, para murid akan dibimbing mempelajari segala sesuatunya secara alamiah dengan cara membangkitkan rasa keingintahuan mereka. Hal ini diharapkan dapat membimbing mereka dalam menemukan bakat dan ketertarikan mereka kedepannya. Pendekatan yang dilakukan oleh SIS tidak hanya sekedar menunjukan jalan bagi para murid-muridnya, tetapi juga turut berjalan bersama mereka. Lingkungan pengajaran akan menitikberatkan pada kecakapan di sejumlah bidang akademi dan juga mengasah kemampuan dari segi bahasa dan seni. Para guru tak hanya akan berperan sebagai seorang pengajar saja, tetapi juga harus bisa merangkap menjadi seorang kawan bagi para muridnya. Lingkungan pengajaran pun akan dibuat mampu memberikan kesan kekeluargaan bagi seluruh murid. SIS Makassar nantinya akan berdiri atas lahan seluas 5 hektar dan diproyeksikan akan dibuka pada tahun 2021 mendatang. Letaknya sendiri akan bersebelahan dengan Universitas Binus yang sudah lebih dahulu mengajukan kerjasama serupa. Kedatangan SIS Makassar tentunya menjadi kabar baik bagi penghuni yang tinggal di sekitarnya, terutama di kawasan Tallasa City. Pasalnya, keberadaan sekolah ini nantinya akan semakin menyemarakan jajaran lembaga pendidikan, terutama yang bertaraf internasional di wilayah Makassar. Tag: SIS Makassar, Sekolah Internasional di Tallasa City, Mr Jaspal Sidhu, SIS Group, Cabang SIS di Indonesia, Kurikulum Singapura, Profil Singapore Intercultural School    

TELEPON
CHAT WHATSAPP